slide
slide
Prev
Next

Author Archive

EXECUTIVE SERIES: The Role of BUMN in Restoring Indonesian Economy Post-Pandemic

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News

IMG_20211125_114623

Kegiatan Executive Series kembali dilaksanakan di pertengahan November 2021 dengan mendatangkan Arya Mahendra Sinulingga, Staf Khusus Kementerian BUMN RI, dan dihadiri oleh mahasiswa MM FEB UGM Kampus Yogyakarta dan Jakarta melalui tautan zoom pada Jumat (12-11-2021). Executive Series ini rutin diselenggarakan oleh Master of Business Administration Student Association FEB UGM selaku induk dari klub kemahasiswaan di MM FEB UGM, dan kali ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan serta wawasan bagi mahasiswa tentang keikutsertaan BUMN dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengenai bagaimana cara mempertahankan, melindungi, dan meningkatkan stabilitas ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya selama pandemi Covid-19.

Dekan FEB UGM, Prof. Didi Achjari, M. Com. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pengelola MM FEB UGM dan kepada mahasiswa yang sudah hadir siang ini, semoga bisa mendapatkan pelajaran dan manfaat dari pengalaman nara sumber. “Terima kasih Pak Arya, yang sudah berkenan meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya untuk membagikan ilmu dan pengalamannya kepada mahasiswa MM FEB UGM dan juga para dosen tentang peran di Kementerian BUMN dalam mengatasi perekonomian yang sekarang mulai tumbuh walaupun di masa pandemi”, tutur Didi.

Arya lulusan dari Institut Teknologi Bandung menceritakan di saat 5 November 2019 lalu dipercaya sebagai Staf Khusus Kementerian BUMN. “Kita akan membenahi narasi-narasi di BUMN supaya lebih baik kepada masyarakat. Apalagi nilai sebuah perusahaan sering sekali sangat tergantung kepada persepsi yang diterima oleh publik,” ujar Arya. Arya melanjutkan bahwa sebenarnya banyak hal yang bisa dipelajari dari BUMN dalam mengelola perusahaan-perusahaan negara yang memang sangat berbeda, karena mempunyai misi-misi tertentu yang berbeda dengan perusahaan di korporasi swasta.

“Hampir 90% BUMN di masa pandemi terdampak mengalami penurunan dan juga kerugian, hanya 10% BUMN yang masih bertahan, tetapi di tahun 2020 masih bisa berkontribusi terhadap negara baik dalam bentuk pajak, dividen dan BNPB”, papar Arya. Arya mengatakan bahwa sebagai salah satu pilar strategis perekonomian dan pembangunan, BUMN berperan aktif untuk menangani dan mengelola pandemi Covid-19, yaitu berpartisipasi dengan 73 Rumah Sakit BUMN di 18 propinsi, pengadaan obat-obatan, alat kesehatan, pengadaan vaksin dan lain-lain. “BUMN juga berperan aktif mempercepat pemulihan ekonomi nasional yaitu dengan memberikan listrik gratis kepada jutaan pelanggan listrik kapasitas 450 VA dan 900 VA, memberi subsidi kuota internet untuk akses pendidikan, restrukturisasi kredit untuk segmen UMKM dan Korporasi”, pungkas Arya seraya mengakhiri paparannya dengan sesi tanya jawab. (Humas; Djoko/Foto; Irvan).

IMG_20211125_115223

Capture

IMG_20211125_114816

IMG_20211125_115028

EXECUTIVE SERIES: Innovative to Survive in Disruption Era

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News

Capture11

Untuk memberikan pengetahuan serta wawasan tentang bagaimana berinovasi untuk bertahan di era perubahan bagi mahasiswanya, Program Studi MM FEB UGM mendatangkan Riva Siahaan, M.B.A., Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga dalam kegiatan Executive Series yang dihadiri lebih dari 450 peserta yang terdiri dari mahasiswa MM FEB UGM Yogyakarta dan Jakarta melalui tautan zoom pada Jumat (29-10-2021). Executive Series ini terselenggara atas kerja sama antara Business Competition Club, Marketing Club, dan Master in Management Student Association FEB UGM selaku induk dari klub kemahasiswaan di MM FEB UGM.

Prof. Didi Achjari, M.Com. sebagai Dekan FEB UGM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pengelola MM FEB UGM dan kepada mahasiswa yang sudah hadir siang ini, semoga bisa mendapatkan pelajaran dan manfaat dari pengalaman nara sumber. “Terima kasih Pak Riva, yang sudah berkenan membagikan ilmu, dan pengalamannya kepada mahasiswa MM FEB UGM di perusahaan trading energi dan manajemen logistik”, tutur Didi.

Riva yang mempunyai background pendidikan S1nya dari Universitas Trisakti dan S2 dari Oklahoma City University, USA menceritakan bahwa ia masuk di Pertamina tahun 2008 sebagai Key Account Officer Bunker, Dit. Pemasaran dan baru saja dilantik menjadi Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga. Riva memberikan contoh apa yang pernah dilakukan ketika berada di fungsi Industrial Fuel Marketing Pertamina, dimana menurutnya innovation atau disruption era ini sebenarnya sudah berlangsung sejak dulu karena mindset atau pemikiran-pemikiran dari manusia itu sendiri yang selalu  ingin lebih baik atau selalu ingin yang lebih baru. “What makes innovative thinking happen? I think it’s really a mindset. You have to decide”. “Jadi sebenarnya innovative thinking itu adalah mindset, maka kita harus terus mendevelop dan menggali apa yang sebenarnya ada di dalam pemikiran kita”, ucapnya.

Riva melanjutkan bahwa bila ingin masuk ke dalam dunia bisnis, maka harus menempatkan diri sebagai konsumen atau sebagai market, dengan begitu kita akan bisa tahu apa yang memang dibutuhkan market untuk kita bisa berkembang. Nara sumber berkata bahwa inovasi adalah suatu kegiatan, penggabungan, atau pengembangan suatu ide, lalu menyesuaikan ide tersebut ke dalam barang, produk, atau proses supaya barang, produk, atau proses itu bisa mendapatkan nilai yang baru atau bisa mendapatkan kegunaan atau meningkatkan kepuasan bagi siapapun yang menggunakan. Sedangkan Disruptive Innovation adalah inovasi yang dicreate di dalam sebuah pasar dengan menawarkan atau dengan memberikan sesuatu yang baru, yang akhirnya merusak artinya semua yang sudah terjadi selama ini dan semua yang sudah berjalan dalam bentuk putaran-putaran sampai kira-kira ada bentuk baru yang membuat jalannya lebih cepat akhirnya akan membuat pola sehingga menguasai atau membuat marketnya berubah dan ini terjadi setiap hari, kemudian untuk pertamina sendiri adanya mobil listrik ini merupakan disruption untuk Pertamina, tambahnya.

Di akhir paparannya, Riva berkata, ”Innovation itu adalah mindset dan kita harus berpikir dan harus terus memperbarui sesuatu yang akan kita tawarkan pada pasar”. “Dan innovation itu tidak perlu menunggu adanya ancaman, akan tetapi harus bisa memberikan sesuatu yang baru atau memberikan nilai yang lebih kepada apapun”, pungkas Riva seraya menutup acara dengan sesi tanya jawab. (Humas; Djoko/Foto; Irvan).

Capture

Capture6

Capture3

Closing Ceremony – Business Leadership Program PT Rekayasa Engineering

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News

RE 26

Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) mengakhiri kegiatan Business Leadership Program hasil kerja sama antara PT Rekayasa Engineering dan MM FEB UGM dengan lancar dan sukses, dan ditutup dengan kegiatan Leadership Notes dari Direktur Keuangan PT Rekayasa Engineering Evita Ardianty, M.Sc. dan closing ceremony Business Leadership Program (30/10/2021). Program pelatihan yang dikhususkan bagi para manajer PT Rekayasa Engineering dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan sudut pandang baru mengenai bisnis EPC secara global ini sudah berlangsung cukup panjang, yakni selama 14 minggu sejak 31 Juli 2021 sampai dengan 30 Oktober 2021.

Kesan positif dan semangat para peserta pelatihan ini sangat tinggi, sehingga sepanjang proses pelatihan ini penuh dengan diskusi yang menarik dan partisipasi yang aktif dari peserta. Meskipun pelatihan ini secara daring, diharapkan hasil yang telah dicapai tetap maksimal sebagaimana bila dilakukan secara luring.

Pada acara closing ceremony BLP, Amin Wibowo, M.B.A., Ph.D. selaku Direktur Program MM UGM menyampaikan terima kasih kepada PT Rekayasa Engineering atas kepercayaan dan kerja sama yang baik ini, dan mengucapkan selamat kepada semua peserta yang telah mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Amin berkata, ”Mengingat para peserta adalah para manajer yang sangat padat aktivitasnya di hari biasa, maka pelatihan panjang ini dilaksanakan setiap hari Sabtu mulai pukul 08.00 wib sampai pukul 16.00 wib dengan melibatkan 5 guru besar dan 19 doktor total berjumlah 24 pengajar, dengan dibekali coaching clinic secara komprehensif. Dari 14 peserta ini setelah terbagi 4 kelompok, masing-masing membuat tugas Breakthrough Project dan mempresentasikannya di depan Direksi PT Rekayasa Engineering dan Direktur MM FEB UGM.

Suyudi, S.E., M.M. selaku Direktur Utama PT Rekayasa Engineering juga menyampaikan sambutannya, bahwa apa yang telah dilakukan selama ini akan memberikan atau menambah knowledge baik yang terkait dengan strategic management maupun hal-hal lain terutama informasi-informasi bisnis di dunia EPC khususnya. “Harapan saya dengan selesainya program ini, bukan berarti kerja sama antara Rekayasa Engineering dengan UGM akan berakhir sampai hari ini akan tetapi kerja sama lainnya akan kita jalin terus, misalnya seperti program magang/internship, dan tentu kami akan berbahagia sekali jika lulusan-lulusan terbaik MM FEB UGM bisa bergabung dengan PT Rekayasa Engineering”, pungkas Suyudi seraya menutup secara resmi kegiatan pelatihan BLP ini.

Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada semua peserta dan penyerahan cinderamata secara virtual dari MM FEB UGM dan PT Rekayasa Engineering, serta pemutaran snapshot kegiatan pelatihan. (Humas; Djoko/Foto; Irvan).

RE 20

RE 23

RE 27

YOGYAKARTA: Jl. Teknika Utara, Yogyakarta, Indonesia 55281
Hotline: 0811-282-3806 | 0811-283-2962 | 0811-283-7919
Telepon: (62) (274) 556912, 515536, 562222, 589384, 511036 | Faksimile: (62) (274) 564388


JAKARTA: Jl. Dr. Saharjo No. 83 Tebet Jakarta Selatan
Hotline: 0813-1686-0011
Telepon: (62) (21) 83700333, 83700339, 83700340 | Faksimile: (62) (21) 83700372 |