Awang Dewangga: Penerima Beasiswa MM FEB UGM Tahun 2018

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News


 

Awang DewanggaKomunitas Untuk Jogja

Komunitas Untuk Jogja adalah suatu perkumpulan pemuda yang berkeinginan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama di wilayah Yogyakarta. Kegiatan yang telah dilakukan oleh Komunitas Untuk Jogja ini sangat beragam dan mempunyai dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Komunitas ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 2013, dan sejak tahun 2013 hingga 2014 Komunitas Untuk Jogja sudah mulai aktif mendampingi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan juga berfokus pada intensifikasi pertanian (SRI). Kemudian pada tahun 2015 hingga tahun 2016, ada beberapa program yang dilakukan oleh Komunitas Untuk Jogja, seperti program Bina Desa di Madura dan Banguntapan Yogyakarta. Di Madura sendiri berfokus kepada pertanian, sedangkan yang berada di Banguntapan bertemakan Pisangisasi. Komunitas Untuk Jogja juga mengadakan kerjasama kemitraan dengan Omah jamu Semarang-Jogja. Pada rentang tahun ini, Komunitas Untuk Jogja memang memfokuskan bidang kerjanya ke 3P (Pertanian, Perikanan dan Perkebunan). Maka dari itu, tempat-tempat yang menjadi sasaran oleh Komunitas Untuk Jogja ada di daerah pedesaan. Pada tahun 2016 hingga tahun 2017, Komunitas Untuk Jogja mengembangkan fokus pada lima bidang, yaitu pengelolaan sampah, pembuatan pupuk organik, pertanian organik, lingkungan dan bina desa. Dalam rentang tahun ini, Komunitas Untuk Jogja berhasil membangun kerjasama dengan Kecamatan Patuk dan Imogiri terkait dengan Bina Desa. Untuk Kecamatan Patuk sendiri, diadakan beberapa program, yaitu pertanian, pengolahan sampah, penumbuhan bunga amarillys, pengolahan sirsak, dan pengolahan rambutan.

Atas usahanya dalam memberdayakan masyarakat daerah, Komunitas Untuk Jogja ini berhasil meraih beberapa penghargaan. Beberapa diantaranya yaitu: Juara 2 pengolahan sampah pada event U-Greentea di Universitas Palembang pada tahun 2015, penerima Kalpataru dalam kategori bina lingkungan tingkat Kabupaten Sleman pada tahun 2016, The Best ecososiopreneur dalam American Corner Universitas Airlangga dan Juara 1&2 “Wise with waste” di UPN Yogyakarta pada tahun 2017, serta yang terbaru adalah prestasinya dalam meraih posisi tiga besar kreasi sampah Aqua.

Dalam artikel kali ini, penulis akan menyoroti program terbaru dari Komunitas Untuk Jogja. Sebenarnya program ini bukan hal yang sepenuhnya baru, karena hal-hal yang sudah penulis sebutkan diatas merupakan rangkaian milestone yang sudah dicapai demi tercapainya program ini. Nama program ini sendiri adalah Eco-Tourism, dimana merupakan suatu kesatuan program jangka panjang yang bermuara kepada terbentuknya desa wisata mandiri. Program ini sendiri rencananya akan diadakan di Pleret, Bantul, Yogyakarta. Hal ini mengingat bahwa secara lanskap, ekosistem serta tanah disana merupakan tanah yang subur dan cocok untuk bertani, masih banyak penduduknya yang merupakan masyarakat agraris, serta beberapa masalah seperti alih fungsi lahan, urbanisasi, kekurangan air, serta masalah-masalah lain yang kemudian menggerakkan Komunitas Untuk Jogja untuk memilih lokasi ini. Walaupun memang banyak rintangan yang dihadapi oleh tim Komunitas Untuk Jogja ini, akan tetapi hal ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan potensi yang ada didalam wilayah tersebut. Potensi yang dapat dimaksimalkan oleh tim ini di awal atau inisiasi program berfokus kepada dua hal: pengelolaan sampah dan bidang pertanian. Pengelolaan sampah ini sendiri mempunyai beberapa sub program yaitu terkait perizinan, perencanaan wilayah, pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah, serta pengelolaan sampah organik. Sedangkan di bidang pertanian yaitu pertanian organik dan integrated farming untuk daerah perkotaan. Pertanian organik ini kemudian dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu vertikultur dan closed loop. Kemudian mengenai integrated farming, hal ini akan memasukkan unsur digital kedalamnya. Rencana kedepan tim Komunitas Untuk Jogja ini adalah pembuatan IoT (Internet of Things) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari integrated farming dan pertanian kota.

Program ini akan berlangsung secara bertahap selama 5 tahun. Dimulai dari tahun 2018, program ini diharapkan akan selesai pada tahun 2022 mendatang. Pada tahun 2018 targetnya yaitu finalisasi program pengolahan sampah baik organik maupun non-organik serta efisiensi pertanian kota dan integrated farming menggunakan internet of things (IoT).

Pada tahun 2019, tim akan mulai menggarap disisi desa wisatanya. Hal ini kemudian akan dibagi menjadi beberapa kegiatan. Pertama, inisiasi kegiatan wisata di daerah tersebut yang diawali dengan pencarian potensi wisata dan formulasi kegiatannya. Kedua, melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar untuk mengelola kegiatan wisata tersebut, dimana hal ini bertujuan agar masyarakat dilibatkan dan nantinya akan dapat menjalankan aktivitas ini sendiri ketika program sudah berakhir. Ketiga, penguatan dibidang perikanan dan peternakan, dimana hal ini merupakan potensi daerah yang juga bisa dimanfaatkan untuk wisata. Yang terakhir adalah melakukan exposure kepada media. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan wisata yang sudah dibangun ini bisa diketahui banyak orang dan diharapkan dengan ini bisa menarik banyak pengunjung untuk kemudian datang ke daerah ini untuk berwisata. Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ada istilah viral, dimana suatu kejadian atau tempat bisa menjadi terkenal dalam waktu yang sangat cepat karena adanya media digital. Hal itu pula yang akan tim Komunitas Untuk Jogja manfaatkan sebagai media promosi tempat wisata ini.

Pada tahun 2020, setelah adanya pendapatan desa melalui desa wisata, maka tim akan mulai merambah ke sisi energi alternatif yang merupakan terusan dari program pengolahan limbah. Energi alternatif ini terdiri dari dua hal, yaitu biogas, dimana bahan pembuatannya sangat mudah ditemukan dilokasi ini, serta pengolahan limbah minyak untuk pemanfaatan kembali oleh masyarakat. Dengan adanya penguatan dibidang energi ini, maka akan terjadi efisiensi lain yang dilakukan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat akan mengurangi biaya yang mereka gunakan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun usaha.

Pada tahun 2021, kegiatan akan lebih difokuskan kepada promosi dan marketing. Tajuk yang akan digarisbawahi di tahun ini adalah Inklusi. Inklusi ini akan dibagi menjadi dua kegiatan. Pertama adalah pertunjukan desa. Pertunjukan desa ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan desa kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan untuk mendorong perekonomian warga yang berbasis kepada pemberdayaan masyarakat desa wisata. Kedua, yang tidak kalah penting yaitu kegiatan jejaring dan kerjasama dengan berbagai instansi, seperti stakeholder, media, perusahaan, dan lain sebagainya agar nantinya dapat membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah ini.

Kemudian pada tahun 2022, harapannya kegiatan sudah mencapai titik akhir yaitu sustainability atau keberlangsungan. Akan menjadi percuma semua program yang telah dilakukan itu tadi jika tidak bisa berlangsung secara berkelanjutan. Kegiatan dalam tahun ini akan dibagi menjadi tiga. Pertama yaitu maintenance, dimana selama program akan diselipkan beberapa infrastruktur seperti Internet of things dan alat-alat lain yang dibuat selama program. Maka dari itu, masyarakat akan diajari bagaimana merawat serta memelihara alat-alat tersebut agar bisa selalu beroperasi dengan baik. Kedua yaitu Desa Mandiri, dimana program ini hanya berlangsung 5 tahun saja dan tim pasti akan pulang dari lokasi dan meninggalkan masyarakat. Tentu harapan dari tim sendiri adalah bahwa setelah kepergian mereka, sistem yang telah dibangun akan tetap berjalan dengan baik. Maka dari itu, istilah desa mandiri yaitu bisa melakukan semua yang sudah diajarkan secara mandiri dan pendampingan bisa mulai dilepas perlahan. Ketiga adalah inovasi, dimana setelah bisa mandiri dan dilepas, harapannya daerah ini bisa terbentuk suatu kreativitas agar selalu berinovasi menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Hal ini agar mereka tidak tertinggal dengan zaman.

Dampak yang diharapkan tim Komunitas Untuk Jogja dengan terlaksananya program ini adalah peningkatan pendapatan rata-rata perkapita masyarakat, berjalannya usaha desa wisata yang akan melibatkan seluruh elemen masyarakat sekitar, berjalannya infrastruktur yang sudah diformulasi selama program, serta jejaring dan kerjasama yang berkelanjutan dari pihak daerah ke pihak luar.

Trackback from your site.

YOGYAKARTA: Jl. Teknika Utara, Yogyakarta, Indonesia 55281 | Telepon: (62) (274) 556912, 515536, 562222, 589384, 511036 | Faksimile: (62) (274) 564388 | Hotline: 0811-282-3806
JAKARTA: Jl. Dr. Saharjo No. 83 Tebet Jakarta Selatan | Telepon: (62) (21) 83700333, 83700339, 83700340 | Faksimile: (62) (21) 83700372 | Hotline: 0813-1844-9088