Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) menggelar Malam Pelepasan Calon Wisudawan (MPCW) pada Selasa, 20 Januari 2026. Bertempat di Halaman Plaza MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, acara ini menjadi momentum apresiasi atas dedikasi akademik para calon wisudawan yang telah menuntaskan masa studinya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan FEB UGM, jajaran Direksi MBA FEB UGM, dosen dan tenaga kependidikan, perwakilan Alumni MBA UGM, serta para calon wisudawan bersama keluarga. Pada periode ini, MBA FEB UGM melepas 138 calon wisudawan, terdiri dari 67 mahasiswa Kampus Yogyakarta dan 71 mahasiswa Kampus Jakarta. Sebanyak 58 lulusan diantaranya berhasil meraih predikat cum laude.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan hangat dari MC, kemudian dilanjutkan oleh laporan yang dibacakan oleh Prof. Gugup Kismono, MBA., Ph.D., Board of Directors MBA FEB UGM Kampus Jakarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa gelar MBA membawa tanggung jawab besar.
“Gelar MBA bukan sekadar tambahan di belakang nama, melainkan bukti bahwa Anda telah ditempa untuk berpikir strategis, mengambil keputusan secara etis di tengah keterbatasan, serta melangkah ke dunia profesional dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati sebagai alumni UGM.”
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Alumni MBA UGM, Haryo Baskoro Wicaksono, M.B.A., turut menyampaikan pesan kepada para calon wisudawan.
“Gelar magister bukan sekadar simbol status, melainkan penanda kesiapan memikul tanggung jawab intelektual, profesional, dan moral, serta menjalankan kepemimpinan yang berintegritas dengan berpegang pada prinsip good governance dan compliance dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik, MBA FEB UGM mengumumkan calon wisudawan dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna. Predikat Lulusan Terbaik diraih oleh Yulistika Rahayu dengan IPK 4,00. Dalam sambutannya, Yulistika menyampaikan refleksi atas perjalanan akademik yang telah dilalui bersama.
“Seperti ungkapan Nelson Mandela, ‘it always seems impossible until it’s done’. Apa yang awalnya terasa berat, hari ini dapat kita tuntaskan bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para calon wisudawan untuk menjadikan gelar ini sebagai jembatan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB UGM, Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran alumni bagi almamater dan masyarakat.
“Magister berarti ‘lebih’, artinya lulusan MBA diharapkan tidak hanya lebih pintar, tetapi juga lebih bijak dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat. Jangan ragu untuk kembali dan berkontribusi bagi kampus, baik melalui gagasan, pola pikir, maupun berbagai bentuk interaksi,” tuturnya.
Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari jajaran pimpinan dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan penguatan ikatan kekeluargaan antar sivitas akademika MBA FEB UGM. Momentum ini diharapkan menjadi kenangan bermakna sekaligus titik awal kontribusi para lulusan bagi bangsa dan negara.
Reporter : Raina Satmika, Fitrianti Rizqi Amalia, Daniswara Rafi R
Editor : Ayu Aprilia