Momentum Sivitas Akademika dan Alumni FEB UGM Pererat Koneksi dan Kolaborasi Daerah

Pekanbaru – Jumat 10 April 2026

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menyelenggarakan Sharing Session Sapa Alumni dengan tema Reconnect, Reminisce, and Reignite di Pekanbaru pada Jumat (10/4). Kegiatan yang bertempat di Bertuah Hall Hotel Pangeran ini menjadi ajang temu kangen sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara sivitas akademika, alumni, dan mitra industri di wilayah Pekanbaru.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Gumilang Aryo Sahadewo selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni. Pada kesempatan ini, disampaikan bahwa FEB UGM tidak hanya memiliki banyak program unggulan, namun terus bertransformasi dengan memperluas jejaring global dengan lebih dari 80 mitra internasional. Pengembangan difokuskan pada keunggulan akademik dan praktis industri.

Sesi diskusi berlangsung sangat interaktif dengan menyoroti berbagai isu khususnya pendidikan pascasarjana. Dialog ini memberikan kejelasan bagi calon mahasiswa dan alumni mengenai penerapan kurikulum yang lebih adaptif dan inklusif. Salah satu topik yang menyita perhatian adalah perbedaan mendasar antara program Master of Business Administration (MBA) dan Master of Science (MSc). Menurut Prof. Gugup Kismono selaku BOD MBA FEB UGM Kampus Jakarta, MBA lebih menekankan pada aplikasi praktis dan kepemimpinan. Sementara MSc berfokus pada penguatan riset dan jalur akademik. Adapun peluang bagi lulusan MBA menjadi dosen, FEB UGM sendiri membuka peluang tersebut dalam konteks tertentu, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan institusi yang berlaku.

Di sisi lain, FEB UGM juga melakukan inovasi matrikulasi dan rekognisi pembelajaran lampau (RPL) bagi calon mahasiswa. Skema matrikulasi rencananya akan disederhanakan melalui program Massive Open Online Courses (MOOC). Melalui skema RPL, pengalaman kerja profesional juga dapat dikonversi menjadi kredit akademik. Bagi yang belum memenuhi syarat, akan disediakan program penyegaran singkat sebagai jalur alternatif. Tak hanya itu, program doktor juga dalam tahap rancangan untuk dapat selesai dalam kurun waktu 3 tahun. Hal ini diupayakan guna mendukung percepatan studi dengan sistem yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Sesi malam hari dilanjutkan dengan Temu Alumni dan Talkshow bersama KAGAMA Riau. Melalui diskusi tersebut, diketahui bahwa Riau merupakan salah satu basis alumni FEB UGM yang sangat solid dan signifikan. Peran alumni dinilai krusial bukan hanya sebagai duta institusi, tetapi juga instrumen penting dalam peningkatan reputasi global UGM melalui partisipasi aktif dalam survei industri dan akademik. Sebagai penutup kegiatan, FEB UGM berkomitmen untuk selalu merangkul talenta dari berbagai wilayah, membuka peluang lebar bagi lulusan daerah untuk melanjutkan studi di UGM, dan menguatkan jejaring antara alumni, calon mahasiswa, dan institusi.

Reporter: Alfian Rama Aditya
Editor: Suci Hapsari