Rowing Together: MBA FEB UGM Bahas Kolaborasi Norwegia–ASEAN untuk Solusi Berkelanjutan

Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) kembali menyelenggarakan Executive Series pada Jumat, 7 Agustus 2026. Mengangkat tema “Norway–ASEAN Engagement: Sustainability, Innovation and Regional Collaboration”, kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo dan diikuti oleh seluruh mahasiswa MBA FEB UGM.

Executive Series kali ini turut menghadirkan mahasiswa yang tergabung dalam program ASEAN Master in Sustainability Management Batch 3. Kehadiran mahasiswa dari program tersebut menjadi bagian istimewa dalam kegiatan yang membahas isu keberlanjutan, inovasi, serta peluang kolaborasi antara Norwegia dan kawasan ASEAN.

Kegiatan menghadirkan dua pembicara, yakni Bjørn-Tore Flåten, Associate Professor Department of Management and Innovation, University of Agder (UiA), Norwegia, dan Beathe Øgård, Diplomat at The Royal Norwegian Embassy in Jakarta.

Dalam sambutannya, Director MBA FEB UGM Yogyakarta Campus, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempersiapkan pemimpin masa depan. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra dari Norwegia dalam menghadapi beragam persoalan global.

“Many problems in the world cannot be solved by ourselves. That’s why we need to collaborate with many parties,” ujar Prof. Amin.

Sesi kemudian dibuka oleh Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku Deputy Director MBA FEB UGM Yogyakarta Campus sekaligus moderator.

Pada sesi pertama, Bjørn-Tore Flåten membawakan materi bertajuk “Rowing Together: Toward Shared Solutions”. Ia mengajak mahasiswa melihat pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat. Melalui konsep gotong royong, pendidikan, serta pentingnya kontribusi individu dalam kehidupan bersama, Bjørn menekankan bahwa penyelesaian berbagai persoalan membutuhkan keterlibatan dan kontribusi dari berbagai pihak.

Dalam pemaparannya, Bjørn juga menyoroti peran pendidikan dalam membentuk individu yang mampu berkontribusi bagi masyarakat. Gagasan tersebut kemudian dirangkum melalui pesan, “We need to row together toward shared solutions,” yang menekankan pentingnya bergerak dan berkontribusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Beathe Øgård yang membahas hubungan dan kerja sama Norwegia dengan ASEAN dalam bidang keberlanjutan, energi, perdagangan, dan sektor maritim. Ia menjelaskan bahwa Norwegia dan ASEAN telah membangun kemitraan sektoral sejak 2015, yang terus dikembangkan melalui berbagai kerja sama strategis.

Beathe juga memaparkan sejumlah inisiatif kerja sama, termasuk pengembangan energi berkelanjutan, pengurangan polusi plastik, serta pembangunan green shipping corridors. Paparan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai peluang kolaborasi Norwegia–ASEAN dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung aktif setelah kedua pemaparan. Sejumlah pertanyaan disampaikan untuk menggali lebih jauh mengenai praktik kolaborasi, keberlanjutan, hubungan Norwegia–ASEAN, serta peluang kerja sama di masa mendatang. Interaksi yang berlangsung menunjukkan ketertarikan mahasiswa terhadap isu-isu global yang dibahas dalam Executive Series kali ini.

Melalui Executive Series, MBA FEB UGM terus menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif dari berbagai pihak dan latar belakang. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan global sekaligus mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang mampu membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi berkelanjutan.

Reporter: Raina Satmika, Azzumar Putra
Editor : Ayu Aprilia Sari