MBA FEB UGM Perkuat Posisi di QS Global MBA Rankings 2027

Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat global melalui QS Global MBA Rankings 2027. MBA FEB UGM menempati peringkat 191–200 dunia dari 423 program MBA dan peringkat 27 Asia dari 81 program yang masuk dalam pemeringkatan. Capaian tersebut sekaligus menempatkan MBA FEB UGM sebagai program MBA peringkat #1 di Indonesia.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan QS Global MBA Ranking 2026, ketika MBA FEB UGM berada pada peringkat 201–250 dunia dan peringkat 30 Asia. MBA FEB UGM juga menjadi satu-satunya program MBA dari Indonesia yang mengalami kenaikan band peringkat dunia pada pemeringkatan tahun ini.

Wakil Dekan FEB UGM Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bayu Sutikno, Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.

“Kenaikan peringkat dalam QS Global MBA rankings 2027 yang diraih oleh Program Studi MBA FEB UGM adalah yang yang sangat disyukuri dan membanggakan. Kami naik 1 band dari peringkat 201-250 dunia ke band 190-200 dunia. Di Asia, Prodi MBA FEB UGM juga naik 3 peringkat dari ranking 30 ke ranking 27 Asia,” ujar Bayu.

Bayu menambahkan bahwa capaian tersebut menjadi catatan tersendiri bagi MBA FEB UGM di tingkat nasional.

“Hal ini membuat MBA FEB UGM satu-satunya Prodi dari Indonesia yang mampu menaikkan band peringkatnya dan memiliki kenaikan peringkat tertinggi yaitu 3 peringkat dibandingkan dengan sekolah bisnis lain yang ada di Indonesia,” ujar Bayu.

Empat Indikator Mengalami Peningkatan

QS Global MBA Ranking menilai program MBA melalui lima indikator utama, yaitu Employability, Return on Investment, Entrepreneurship and Alumni Outcomes, Thought Leadership, serta Diversity.

Pada pemeringkatan 2027, empat indikator MBA FEB UGM mengalami peningkatan dibandingkan 2025. Employability meningkat dari 30,1 menjadi 34,4, Return on Investment dari 31,5 menjadi 41,7, Entrepreneurship and Alumni Outcomes dari 58,5 menjadi 60,9, serta Diversity dari 64,1 menjadi 75,2.

Bayu menjelaskan bahwa Entrepreneurship and Alumni Outcomes dan Diversity menjadi salah satu kekuatan MBA FEB UGM dalam pemeringkatan tersebut.

“Hal yang menjadi kekuatan dari MBA FEB UGM adalah aspek Entrepreneurship and alumni outcomes yang meraih skor 60,9 dan merupakan peringkat 72 dunia, 17% teratas dan tertinggi di Indonesia) serta aspek Diversity yang meraih skor 75,2 dan merupakan peringkat 83 dunia. Ke depan selain mempertahankan hal yang menjadi kekuatan tersebut, kami akan makin meningkatkan untuk aspek Employability dan Return on Investment yang keduanya memiliki bobot 60% dari pemeringkatan,” ujar Bayu.

Board of Director MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, menjelaskan bahwa kewirausahaan menjadi bagian dari pendekatan pembelajaran yang terintegrasi dalam berbagai bidang manajemen.

“Kami memilih untuk tidak menempatkan kewirausahaan hanya sebagai satu konsentrasi. Ia menjadi semangat di seluruh mata kuliah, bersama kepemimpinan dan keberlanjutan. Skor 60,9 dan peringkat 72 dunia pada indikator kewirausahaan menunjukkan pilihan itu terbaca oleh penilai internasional,” ujar Prof. Amin.

Kolaborasi Dua Kampus

MBA FEB UGM diselenggarakan di Kampus Yogyakarta dan Kampus Jakarta dengan karakteristik peserta yang beragam, baik dari sisi pengalaman kerja, industri, maupun latar belakang profesional. Keberagaman tersebut turut memperkaya pertukaran perspektif dalam proses pembelajaran.

Board of Director MBA FEB UGM Kampus Jakarta, Prof. Gugup Kismono, menegaskan bahwa peningkatan peringkat merupakan hasil dari kerja bersama kedua kampus.

“Kenaikan ini milik program, bukan milik satu kampus. Arah perbaikannya ditetapkan bersama Departemen Manajemen dan Dekanat FEB UGM, dan dikerjakan setiap hari oleh pengelola, dosen, dan staf di Yogyakarta maupun Jakarta, dengan dukungan mahasiswa dan alumni. Yang kami lihat pada angka QS adalah pola tiga tahun yang konsisten naik, bukan lompatan sesaat,” ujar Prof. Gugup.

Penguatan Program ke Depan

Ke depan, MBA FEB UGM akan terus memperkuat Employability dan Return on Investment yang secara bersama-sama memiliki bobot 60 persen dalam pemeringkatan, sekaligus memperluas jejaring nasional dan internasional serta memperbarui kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Untuk makin meningkatkan posisi yang saat ini diraih, Kami akan makin mengintensifkan jejaring nasional dan internasional untuk meningkatkan aspek employability selian updating desain dan muatan kurikulum yang dilakukan secara terstruktur dengan mengintegrasikan aspek sustainability dan teknologi terkini,” ujar Bayu.

Pengembangan jejaring internasional dilakukan melalui kemitraan dengan sekolah bisnis mancanegara, kelas bersama, dan pertukaran mahasiswa. Sementara itu, penguatan riset dan publikasi dosen menjadi bagian dari upaya meningkatkan capaian pada indikator Thought Leadership, yang pada pemeringkatan 2027 memperoleh skor 47,9.

“Kerja sama internasional tidak kami perlakukan sebagai pelengkap. Kemitraan dengan sekolah bisnis mancanegara, kelas bersama, dan pertukaran mahasiswa memperluas jejaring, sekaligus memaksa kami membandingkan cara berpikir sendiri dengan cara berpikir orang lain. Dari situ tumbuh keterbukaan terhadap kritik, dan keterbukaan itulah yang membuat perbaikan mutu berjalan terus-menerus, tidak berhenti setelah satu capaian,” ujar Prof. Amin.

Reporter: Fitrianti R

Editor: Ayu Aprilia