Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) kembali menyelenggarakan Executive Series pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dilaksanakan secara hybrid di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo.
Mengangkat tema “Strategi Pengelolaan Kawasan Industri Berwawasan Global”, acara ini menghadirkan Ikhwanoel selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara sebagai pembicara utama. Diskusi dipandu oleh Boyke Rudy Purnomo, Ph.D, dosen FEB UGM.
Dalam sambutannya, Deputy Director MBA FEB UGM Yogyakarta Campus, Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D, menyampaikan, “Acara ini harapannya mahasiswa bisa bersahabat dengan industri, dekat dengan industri, sehingga mampu menjembatani antara konsep dan teori yang dipelajari dengan praktik di lapangan. Ini sejalan dengan semangat transforming knowledge into action.”
Pada sesi pemaparan, Ikhwanoel menekankan arah pengembangan industri nasional yang berfokus pada delapan sektor prioritas, yaitu industri berbasis agro, mineral tambang, industri dasar, industri padat teknologi, industri padat karya, ekonomi biru dan bioekonomi, industri kreatif, serta jasa industri. Menurutnya, penguatan sektor-sektor ini menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah dan daya saing industri Indonesia.
Ia juga menjelaskan pentingnya pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mengedepankan inovasi, riset dan pengembangan (R&D), serta kolaborasi dengan dunia akademik. Selain itu, transformasi menuju industri hijau turut menjadi fokus, melalui pengembangan klaster manufaktur yang berkelanjutan dan efisien.
Dari sisi visi jangka panjang, disampaikan bahwa pengembangan kawasan industri diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global. Hal ini dilakukan melalui tahapan pembangunan yang mencakup penguatan fondasi industri, pertumbuhan berbasis inovasi, hingga transformasi berkelanjutan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi industri, serta penurunan emisi.
Ikhwanoel juga memaparkan visi PT Kawasan Berikat Nusantara sebagai one-stop integrated industrial and logistic hub di Asia Tenggara. Visi ini diwujudkan melalui integrasi layanan kawasan industri, logistik, dan kepelabuhanan secara end-to-end, sekaligus mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya.
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa yang menggali lebih dalam terkait implementasi strategi, tantangan pengelolaan kawasan industri, hingga peluang pengembangan di masa depan. Melalui Executive Series ini, MBA FEB UGM terus berupaya menghadirkan wawasan praktis dari para praktisi industri, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dinamika dunia bisnis global.
Reporter: Raina Satmika, Azzumar Putra
Editor : Ayu Aprilia Sari