Dr. Tonda Priyanto Bagikan Perspektif Praktis Manajemen Perubahan dan Peran Strategis Middle Management

MBA FEB UGM menyelenggarakan sesi pembelajaran bertajuk Mengelola Perubahan Organisasi: Menjembatani Teori dan Praktik dari Perspektif Manajemen Menengah pada Rabu (3/6). Sesi ini menghadirkan Dr. Ir. Tonda Priyanto, M.Sc., praktisi sekaligus akademisi yang memiliki pengalaman panjang dalam memimpin berbagai inisiatif transformasi organisasi.

Dalam kelasnya, Dr. Tonda menjelaskan bahwa perubahan organisasi saat ini merupakan kebutuhan strategis yang tidak dapat dihindari. Dinamika lingkungan bisnis yang semakin kompleks, percepatan transformasi digital, perubahan ekspektasi pelanggan, hingga tingginya tingkat kompetisi menuntut organisasi untuk terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan dan berkelanjutan.

Peserta diajak memahami berbagai konsep dasar manajemen perubahan, mulai dari perbedaan antara inovasi, perubahan organisasi, manajemen perubahan, hingga transformasi organisasi. Selain membahas landasan teoritis, Dr. Tonda juga memperkenalkan berbagai model manajemen perubahan yang banyak digunakan dalam organisasi, seperti model Lewin, Kotter, dan ADKAR, yang dapat menjadi pendekatan sistematis dalam meningkatkan peluang keberhasilan transformasi.

Yang menarik, sesi ini tidak hanya berfokus pada teori. Dr. Tonda turut membagikan berbagai pengalaman praktis selama berkarier dalam mengelola perubahan organisasi di lingkungan kerja. Melalui berbagai studi kasus yang pernah ia tangani, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai tantangan yang muncul selama proses transformasi, mulai dari resistensi organisasi, hambatan komunikasi, hingga pentingnya menjaga momentum perubahan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tonda memberikan perhatian khusus pada peran middle management atau manajemen menengah sebagai penggerak perubahan organisasi. Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh visi pimpinan puncak, tetapi juga oleh kemampuan manajemen menengah dalam menerjemahkan strategi menjadi tindakan nyata di tingkat operasional.

Ia menjelaskan bahwa manajemen menengah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pimpinan dan karyawan. Mereka berperan dalam menyampaikan visi perubahan, mengelola resistensi, membangun komitmen tim, serta memastikan implementasi strategi berjalan sesuai arah yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, middle management menjadi salah satu aktor kunci yang menentukan keberhasilan maupun kegagalan sebuah transformasi organisasi.

Melalui refleksi pengalaman transformasi yang pernah dijalankannya, termasuk perubahan Telkom Learning Centre menjadi Telkom Corporate University serta konsolidasi bisnis satelit di lingkungan TELKOM Group, Dr. Tonda menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip manajemen perubahan dapat diterapkan dalam situasi nyata untuk menciptakan transformasi yang berkelanjutan.

Sesi ini memberikan wawasan yang komprehensif bagi mahasiswa mengenai pentingnya memahami perubahan organisasi tidak hanya dari perspektif teoritis, tetapi juga dari pengalaman praktik di lapangan. Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan transformasi organisasi sangat bergantung pada kepemimpinan, komunikasi yang efektif, serta kemampuan manajemen dalam menggerakkan perubahan di seluruh lapisan organisasi.

Reporter: Azzumar Putra

Editor: Ayu Aprilia