Jakarta, 24 April 2026 – Asosiasi Program Magister Manajemen Indonesia (APMMI) menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Green Economy for Sustainable Business: Membangun Keunggulan Kompetitif melalui Inovasi dan Kepemimpinan Berkelanjutan” pada Jumat, 24 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 480 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen dari berbagai Program Magister Manajemen anggota APMMI di seluruh Indonesia. Acara dibuka oleh Prof. Amin Wibowo, Ph.D. selaku Ketua Umum APMMI dan dimoderatori oleh Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D.
Dalam kesempatan tersebut, Tandean Rustandy, MBA, CEO PT Arwana Citramulia Tbk, membagikan pengalaman perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai strategi utama untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui tema Green Economy for Sustainable Business, peserta diajak memahami bahwa keberlanjutan bukan lagi sekadar tuntutan regulasi, melainkan sumber keunggulan kompetitif yang mampu meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
Dalam paparannya, Tandean menjelaskan bahwa investasi hijau perlu dipandang sebagai investasi strategis, bukan sekadar biaya tambahan. Meskipun penerapan teknologi ramah lingkungan membutuhkan investasi awal yang relatif besar, berbagai inisiatif seperti efisiensi energi, optimalisasi penggunaan air, serta penyempurnaan proses produksi terbukti mampu menurunkan Cost of Goods Sold (COGS) dalam jangka menengah dan panjang.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan yang memiliki kinerja ESG yang baik juga memiliki peluang memperoleh akses terhadap green financing dengan biaya pendanaan yang lebih kompetitif, sehingga tetap mampu menjaga profitabilitas sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
Lebih lanjut, narasumber menyoroti pentingnya implementasi circular economy sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emissions. Menurutnya, tantangan terbesar tidak hanya terletak pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kesiapan ekosistem rantai pasok di Indonesia. Infrastruktur pengumpulan dan pemanfaatan kembali limbah industri masih memerlukan penguatan, sementara konsistensi kualitas bahan baku hasil daur ulang juga menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan ekonomi sirkular memerlukan kolaborasi erat antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, serta seluruh pelaku dalam rantai pasok.
Selain itu, Tandean menegaskan bahwa green economy harus menjadi bagian dari strategi inti perusahaan, bukan hanya diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Implementasi ESG perlu diintegrasikan ke dalam strategi bisnis melalui komitmen manajemen puncak (top-down approach) serta diterjemahkan ke dalam target operasional maupun target finansial perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, inovasi berkelanjutan tidak hanya mendukung keberlangsungan bisnis, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di tengah dinamika persaingan global.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, APMMI kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik yang memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen mengenai praktik terbaik implementasi ESG serta mendorong lahirnya pemimpin bisnis Indonesia yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.