Bidik Kemitraan Baru, MBA FEB UGM dan Sakarya University Turkey Akan Jajaki Tiga Bentuk Kolaborasi

MBA FEB UGM terus memperluas jejaring internasional dengan merambah kemitraan bersama negara-negara di kawasan Asia dan Eropa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan oleh Prof. Hakan Aslan, Director of Research Center for Islamic Economics and Finance (ISEFAM) Head of Islamic Economics and Finance Department bersama Izra Berakon, delegasi dari Sakarya University Turkey ke Kampus MBA FEB UGM Kampus Jakarta pada Rabu (5/7) lalu.

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama antara UGM khususnya MBA FEB UGM dengan Sakarya University Turkey. Dalam pertemuannya, jajaran Board of Directors MBA FEB UGM menyampaikan perkembangan dan kemajuan program studi dalam aspek pendidikan dan penelitian. Selain itu, turut dibagikan pula informasi terkait Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk posisi peringkat (ranking) UGM, keberadaan program MBA yang dimilikinya, serta akreditasi AACSB yang telah diraih.

Setidaknya ada tiga bentuk kolaborasi yang akan mulai dijajaki bersama. Academic Exchange Program, yakni program yang membuka kesempatan bagi mahasiswa dan pengajar untuk merasakan pengalaman belajar lintas negara. Research Collaboration, yakni program yang mempertemukan peneliti dari kedua institusi untuk menghasilkan riset bersama. Dual Degree Program, yakni program yang memberi mahasiswa peluang mendapatkan dua gelar sekaligus dari dua institusi berbeda.

“Sangat senang dengan kunjungan hari ini. Semua kampus harus banyak belajar ke UGM khususnya MBA. Saya merasakan bonding yang sangat kuat melalui pertemuan ini.”, ungkap Izra Berakon.

Peluang kerja sama ini menjadi esensial mengingat MBA FEB UGM belum memiliki mitra kerja sama dari negara Turki. Faktor geografis Turki yang unik yakni berada di antara benua Asia dan Eropa menjadi daya tarik tersendiri. Letak strategis ini juga yang mempengaruhi Sakarya University mengadopsi sistem pendidikan Eropa. Proses link and match kurikulum antara MBA FEB UGM dan Sakarya University menjadi lebih memungkinkan. Termasuk di dalamnya, penyetaraan Satuan Kredit Semester (SKS) dengan ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System) yang menjadi salah satu tantangan umum dalam kerja sama akademik lintas negara.

Penjajakan kerja sama dengan Sakarya University ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring internasional, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi akademik antara Indonesia dan Turki di masa mendatang.

Humas: Suci Hapsari
Editor: Alfian Rama Aditya