MBA FEB UGM Kampus Jakarta Rawat Kemitraan dengan BRI dan KAI Lewat Benchmarking dan Evaluasi Program Gelar

MBA FEB UGM Kampus Jakarta terus merawat hubungan dengan mitra strategisnya. Pada Agustus lalu, jajaran pengelola bertandang ke Bandung untuk melakukan studi banding (benchmarking) ke Bank BRI Regional 9 dan melaporkan pelaksanaan program gelar kelas kerja sama kepada PT KAI Daop 2 Bandung. Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat. Pelayanan prima dinilai menjadi pondasi untuk membangun kepercayaan, kepuasan, dan loyalitas.

Di Bank BRI Regional 9, tim MBA FEB UGM mempelajari penerapan budaya dan standar layanan prima (service excellent). Kegiatan juga dilengkapi dengan mendalami konsep SMART Services, yang mendukung kecepatan, keamanan, dan akurasi layanan kepada nasabah. Selain itu, tim melihat cara BRI mengelola Corporate University serta program kesejahteraan dan pengembangan pegawai.

Diskusi berlanjut ke layanan kepada nasabah, penyediaan fasilitas fisik dan nonfisik, serta program pengembangan sumber daya manusia, baik untuk pihak eksternal maupun internal. Kedua pihak juga membahas kendala teknis dan administratif yang dihadapi.

Agenda berikutnya adalah pertemuan dengan PT KAI Daop 2 Bandung. Pada kesempatan tersebut, pihak MBA FEB UGM memaparkan perkembangan dan hasil program gelar kelas kerja sama. Kedua pihak mengevaluasi kendala selama kelas berjalan dan merumuskan perbaikannya. Selain itu, juga dibahas kemungkinan pembukaan kelas kerja sama angkatan berikutnya. Pembahasan mencakup penyesuaian skema perjanjian kerja sama (PKS) dan aspek teknis, mulai dari kuota peserta, periode kelas, dan pembiayaan hingga mekanisme lainnya.

Dari hasil benchmarking, MBA FEB UGM Kampus Jakarta mencatat sejumlah masukan perbaikan. Di antaranya penyusunan standar prosedur layanan prima di setiap divisi dan pemetaan pengembangan kompetensi pegawai sesuai kemampuan dan kebutuhan organisasi. Tim juga mempertimbangkan fasilitas fisik yang ramah penyandang disabilitas agar layanan setara bagi semua, serta ruang konseling untuk menjaga kesehatan mental pegawai. Terakhir, capaian program kerja sama periode berjalan akan dievaluasi menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan skema periode mendatang.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa kemitraan perlu dirawat secara berkelanjutan, bukan hanya dijalin lewat penandatanganan kerja sama. Masukan dari BRI dan KAI menjadi bekal MBA FEB UGM Kampus Jakarta untuk memperbaiki layanan pendidikan gelar, fasilitas, prosedur, sistem administrasi, dan kesiapan sumber daya. Harapannya, layanan yang diberikan kepada masyarakat menjadi lebih prima dan optimal.

Ke depan, MBA FEB UGM berkomitmen mengembangkan layanan dan program agar semakin berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia bisnis.

Humas: Suci Hapsari
Editor: Alfian Rama Aditya