slide
slide
Prev
Next

Student Association Update: Serah Terima Jabatan Kepengurusan MM SA 11.0 ke MBA SA 12.0

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News, Uncategorized

handover

Serah terima jabatan untuk melanjutkan kepengurusan MM SA 11.0 ke MBA SA 12.0 telah dilakukan Jumat lalu (21/01/2022). Selain serah terima jabatan, dilakukan pula presentasi Laporan Pertanggungjawaban oleh masing-masing klub mahasiswa selama mengemban tugas pada periodenya. Kegiatan yang dilakukan secara daring via Zoom ini berlangsung dengan lancar.

Wakil Ketua Program Studi MM FEB UGM Kampus Yogyakarta periode 2022-2026 Rocky Adiguna, Ph.D. menyampaikan sambutannya, “Momentum serah terima jabatan ini menjadi pembaharuan, komunikasi dengan ide-ide baru dan diharapkan bisa menguatkan kebersamaan teman-teman MBA SA. Kedepannya silakan menggandeng mahasiswa ASEAN Master yang datang kesini untuk masuk ke klub MM. Bisa dibangun juga kebersamaan baru dalam proyek sustainability management dan bisa memberikan interest ke sustainability, tapi nanti bentuknya seperti apa, kita akan open for ideas”, pesannya.

Ketua Program Studi MM FEB UGM Kampus Yogyakarta, Amin Wibowo, Ph.D. berkata, “Saya bangga dengan pencapaian MM SA 11.0, yaitu di bawah kepemimpinan CEO Jubert William, Selamat. Lalu untuk periode berikutnya Mbak Vero, saya akan challenge untuk hal yang lebih baik lagi, karena prinsip kita semakin kesini akan semakin baik lagi. Saya sambut hangat MBA SA 12.0 di bawah komando Mbak Veronica”, ucapnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, FEB UGM, Bayu Sutikno, Ph.D. juga turut memberikan sambutannya. “Saya ucapkan terima kasih dan selamat untuk CEO MM SA 11.0 Mas Jubert beserta seluruh jajarannya yang telah berkontribusi luar biasa selama satu semester dan ini masa transisi yang tepat ke MBA SA 12.0, saya yakin Mbak Veronica dan timnya telah mempersiapkan berbagai program yang jauh lebih hebat dan bagus dari yang sebelumnya. “

Selanjutnya pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh MMSA 11.0. selama 1 semester, dimana Divisi akademik yang sudah melaksanakan Open House, Concentration Sharing, Alumni Connect, MMSA Mengajar (UTS dan UAS), #Education Trivia, MMSA Competition Assistance (MMSAXBCC), dan Executive Series. MMSA 11.0 juga mengadakan kegiatan FGD untuk koordinasi dan evaluasi program kerja, serta Rapat Eksekutif MMSA dan klub 11.0. Selain itu, Divisi Non-Akademik melaksanakan MMSA Care, Creativepreneur, #Virtufest Sports Competition, #Virtufest Seminar Ekonomi, #Virtufest Business Idea Competition, MM Award, Artnight, MMSA Store, yang juga melibatkan dosen dan staf akademik. Setelah itu dilanjutkan pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh setiap klub. Dan diakhiri pemutaran video profile dan pamit dari MMSA 11.0.

Veronica Swasti Paramita Putri, CEO MMSA 12.0 mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada MMSA 11.0 beserta jajaran klub kemahasiswaan yang telah bekerja keras sejak Juli 2021. “Kami tim MBA SA 12.0 akan berusaha maksimal dalam melanjutkan kegiatan kemahasiswaan sehingga selalu ada perbaikan yang berkelanjutan di setiap periode. “Menjadi tantangan besar untuk kami, karena akan banyak rintangan dan dinamika yang dihadapi. Tetapi dengan optimisme dan semangat yang baru, kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik di tengah kondisi pandemi, pun dalam kesibukan perkuliahan kami. Kegiatan kemahasiswaan tidak akan berjalan baik tanpa dukungan banyak pihak, sehingga MBA SA 12.0 memohon bantuan dan dukungan dari seluruh civitas akademika baik pada level MBA FEB UGM maupun kolaborasi himpunan mahasiswa di level fakultas”, ucapnya. (Humas; Radiani/Foto; Irvan).Serah terima jabatan untuk melanjutkan kepengurusan MM SA 11.0 ke MBA SA 12.0 telah dilakukan Jumat lalu (21/01/2022). Selain serah terima jabatan, dilakukan pula presentasi Laporan Pertanggungjawaban oleh masing-masing klub mahasiswa selama mengemban tugas pada periodenya. Kegiatan yang dilakukan secara daring via Zoom ini berlangsung dengan lancar.
Wakil Ketua Program Studi MM FEB UGM Kampus Yogyakarta periode 2022-2026 Rocky Adiguna, Ph.D. menyampaikan sambutannya, “Momentum serah terima jabatan ini menjadi pembaharuan, komunikasi dengan ide-ide baru dan diharapkan bisa menguatkan kebersamaan teman-teman MBA SA. Kedepannya silakan menggandeng mahasiswa ASEAN Master yang datang kesini untuk masuk ke klub MM. Bisa dibangun juga kebersamaan baru dalam proyek sustainability management dan bisa memberikan interest ke sustainability, tapi nanti bentuknya seperti apa, kita akan open for ideas”, pesannya.
Ketua Program Studi MM FEB UGM Kampus Yogyakarta, Amin Wibowo, Ph.D. berkata, “Saya bangga dengan pencapaian MM SA 11.0, yaitu di bawah kepemimpinan CEO Jubert William, Selamat. Lalu untuk periode berikutnya Mbak Vero, saya akan challenge untuk hal yang lebih baik lagi, karena prinsip kita semakin kesini akan semakin baik lagi. Saya sambut hangat MBA SA 12.0 di bawah komando Mbak Veronica”, ucapnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, FEB UGM, Bayu Sutikno, Ph.D. juga turut memberikan sambutannya. “Saya ucapkan terima kasih dan selamat untuk CEO MM SA 11.0 Mas Jubert beserta seluruh jajarannya yang telah berkontribusi luar biasa selama satu semester dan ini masa transisi yang tepat ke MBA SA 12.0, saya yakin Mbak Veronica dan timnya telah mempersiapkan berbagai program yang jauh lebih hebat dan bagus dari yang sebelumnya. “
Selanjutnya pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh MMSA 11.0. selama 1 semester, dimana Divisi akademik yang sudah melaksanakan Open House, Concentration Sharing, Alumni Connect, MMSA Mengajar (UTS dan UAS), #Education Trivia, MMSA Competition Assistance (MMSAXBCC), dan Executive Series. MMSA 11.0 juga mengadakan kegiatan FGD untuk koordinasi dan evaluasi program kerja, serta Rapat Eksekutif MMSA dan klub 11.0. Selain itu, Divisi Non-Akademik melaksanakan MMSA Care, Creativepreneur, #Virtufest Sports Competition, #Virtufest Seminar Ekonomi, #Virtufest Business Idea Competition, MM Award, Artnight, MMSA Store, yang juga melibatkan dosen dan staf akademik. Setelah itu dilanjutkan pemaparan laporan pertanggungjawaban oleh setiap klub. Dan diakhiri pemutaran video profile dan pamit dari MMSA 11.0.
Veronica Swasti Paramita Putri, CEO MMSA 12.0 mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada MMSA 11.0 beserta jajaran klub kemahasiswaan yang telah bekerja keras sejak Juli 2021. “Kami tim MBA SA 12.0 akan berusaha maksimal dalam melanjutkan kegiatan kemahasiswaan sehingga selalu ada perbaikan yang berkelanjutan di setiap periode. “Menjadi tantangan besar untuk kami, karena akan banyak rintangan dan dinamika yang dihadapi. Tetapi dengan optimisme dan semangat yang baru, kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik di tengah kondisi pandemi, pun dalam kesibukan perkuliahan kami. Kegiatan kemahasiswaan tidak akan berjalan baik tanpa dukungan banyak pihak, sehingga MBA SA 12.0 memohon bantuan dan dukungan dari seluruh civitas akademika baik pada level MBA FEB UGM maupun kolaborasi himpunan mahasiswa di level fakultas”, ucapnya. (Humas; Radiani/Foto; Irvan).

SC 2

sc 4

handover

Yudisium Kelas Matrikulasi (Pra-MBA) Kampus Yogyakarta: MBA-77 & SEMBA-36

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News, Uncategorized

4

142 mahasiswa MBA Angkatan 77 dan 56 mahasiswa Angkatan Senior EMBA-36 dinyatakan lulus program matrikulasi (Pra-MBA). Dikarenakan masih dalam kondisi pandemik, acara Yudisium ini diselenggarakan secara daring pada 4 Februari 2021 (kelas MBA) dan 13 Februari 2021 (kelas SEMBA).
Amin Wibowo dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh mahasiswa karena telah melewati salah satu proses seleksi menjadi mahasiswa UGM yakni lulus Pra MBA, dimana tahapan baru harus dijalani mulai masuk semester 1. “Selamat kepada Anda semua dan kami menyambut dengan gembira di MM FEB UGM Yogyakarta ini, untuk bisa masuk program ini tidaklah mudah karena MM FEB UGM sangat menyeleksi kualitas calon mahasiswa, dan dari 56 mahasiswa EMBA yang lulus dari program matrikulasi, 14 diantaranya lulus dengan predikat cumlaude, ini merupakan awal yang baik untuk langkah selanjutnya, yang tentu saja lebih menantang,” tegas Amin.
Bayu Sutikno juga memberikan selamat kepada para mahasiswa yang telah lulus dari program Pra-MBA ini. “Pada tanggal 8 Februari 2021 untuk teman-teman kelas MBA dan 20 Februari 2021 kelas EMBA sudah sah menjadi mahasiswa program MM FEB UGM dan kita patut bersyukur untuk itu”, kata Bayu. “Sekitar 24 mahasiswa kelas MBA lulus dengan predikat cumlaude dan selamat, semoga bisa dipertahankan sampai nanti wisuda di akhir periode dan untuk yang belum, jadikan ini pemanasan dan penyemangat agar Anda juga bisa cumlaude nanti di akhir periode”, lanjutnya. Bayu juga menegaskan kembali kepada semua mahasiswa MM FEB UGM untuk tidak melakukan plagiarisme dalam bentuk apapun, dari dulu, sekarang dan masa mendatang.
Sebelum acara ditutup, Pengelola Prodi MM FEB UGM membacakan 14 mahasiswa yang lolos matrikulasi dengan predikat cumlaude dari kelas Senior EMBA dan 24 mahasiswa yang cumlaude dari program MBA, dimana dua diantaranya lulus dengan IPK sempurna 4.00 yaitu Khotibul Umam Isnanto dan Arsy Elia Pertiwi. Tercatat tiga mahasiswa lolos tanpa matrikulasi karena lulus dari S1 FEB UGM dengan cumlaude yaitu Muhammad Iqbal Fawzi, Afrizal Hakim Ahmad Faiz dan Zaqiah Vivi Putri Indarti, dan satu mahasiswa mendapatkan Beasiswa MM FEB UGM atas nama Afrizal Hakim Ahmad Faiz. (Humas; Dwi/Foto; Irvan).

1

2

3

4

Business Leadership Series #8: Dampak Krisis Pandemi Pada Insurance Industry

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News, Uncategorized

IMG-20200905-WA0052

Business Leadership Series #8, Sabtu (05/09/2020) sebagai lanjutan dari seri-seri sebelumnya dibuka dengan sambutan T. Hani Handoko, Ph.D. sebagai Direktur MM FEB UGM. “Wisdom can not be taught, wisdom hanya bisa dialami lewat pengalaman” tuturnya. Hani mengatakan bahwa pengalaman tidak harus dialami oleh diri sendiri tapi bisa dari pengalaman orang lain. Hani juga menyampaikan banyak terimakasih kepada para alumni MM FEB UGM yang telah bersedia memberikan banyak cakupan materi untuk acara Business Leadership Series yang dilaksanakan setiap Sabtu ini.
Mahelan Parbantarikso sebagai Direktur Kepatuhan dan SDM Jiwasraya mengatakan bahwa tantangan dan peluang tidak terlepas pada kondisi saat ini dimana impact dari pandemi COVID-19 mengubah segala tatanan yang ada. Ternyata dengan adanya covid-19 ini mengakibatkan beberapa negara yang terdampak mengalami gangguan pertumbuhan ekonomi. Mahelan memaparkan bahwa saat ini banyak sekali perusahaan yang tutup dan ancaman krisis di Indonesia, diprediksi akhir tahun akan turun dan juga akan berimbas ke hal yang lain. “Kedepannya tentu kita menebak-nebak, apakah ada beberapa skenario yang mungkin akan terjadi seperti saat ini new normal, atau mungkin bisa berarah pada disorder, dan ketika pandemi berlangsung sangat lama, bisa jadi menjadi survival”, ujarnya. “Pemahaman tentang teknologi, integrasi, dan aplikasi adalah fakta bahwa saat ini bisnis harus berbasis pada produktifitas dan harus ada sisi aplikasi”, imbuhnya.
Myland, Direktur Keuangan Jasa Raharja sebagai pembicara kedua juga menyampaikan bahwa Covid-19 ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat, dimana dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat pada quarter 2-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32%. Ekonomi yang mengalami kontraksi ini berdampak pada menurunnya daya beli dari masyarakat. “Dampak lebih lanjut yang dirasakan oleh industri ialah pendapatan premi asuransi mengalami penurunan, asuransi jiwa mengalami penurunan sebasar 10% per on year”, imbuhnya. Myland berpendapat bahwa dengan adanya pandemi Covid-19 sekarang telah memaksa kita harus membuat model baru dalam bekerja, work form home. Myland menambahkan bahwa Covid-19 ini mempercepat transformasi yang ada di Human Capital. “Dengan adanya krisis ini, kita terpaksa membangun beberapa protokol bagaimana mencegah agar karyawan tidak tertular Covid-19, selain itu juga mencegah supaya mitra bisnis juga tidak tertular Covid-19”, tuturnya.
Andi Afdal, Deputi Direksi Manajemen Data dan Informasi BPJS Kesehatan, turut menjelaskan bagaimana melakukan navigating new normal, sebuah keinginan terbaru akan terbentuk, dimana keseimbangan baru tersebut apakah terbentuk sebagai interaksi alamiah dari seluruh elemen, atau kita yang ingin menavigasi itu. “Sesungguhnya kita punya kemampuan untuk menavigasi sesuai keinginan yang kita mau” ujarnya. Andi juga memaparkan bahwa apapun yang terjadi adalah hasil dari upaya dari kerja keras yang telah dibuat. “Yang menarik adalah bahwa BPJS Kesehatan mempunyai posisi langsung di bawah presiden, tapi kenyataannya saat ini adalah BPJS Kesehatan sedikit harus mengalami beberapa perubahan dari struktur, kultur, strategi, dan sebagainya”, pungkasnya. (Humas; Eka Siwi/Foto; Irvan).

IMG-20200906-WA0043

IMG-20200905-WA0033

IMG-20200905-WA0030

IMG-20200905-WA0052

Business Leadership Series #6; Startup Memiliki Peluang Lebih Besar pada Era New Normal

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News, Uncategorized

Umumnya bisnis pada saat ini mengalami guncangan yang luar biasa di tengah pandemi COVID-19, namun tidak disangka dalam beberapa tahun startup di Indonesia menjadi raising star di dunia dengan pertumbuhan bisnisnya yang sangat tinggi, dimana dapat dilihat ada 6 Unicon dan 27 Centaurs diakhir 2019. Bisa dianggap pertumbuhan startup menopang pertumbuhan industri creative di Indonesia. Topik ini diangkat dengan hangat pada acara seminar daring Business Leadership Series #6 yang diselenggarakan oleh Program Studi MM FEB UGM, Kafegama MM dan MMSA UGM pada Sabtu, 21/8/2020.
Pemateri pertama Danny Kosasih sebagai Founder Innovesia & Makedonia Makerspace menyampaikan bahwa startup disini tidak hanya menyasar konsumen saja, startup juga harus bisa menarik perhatian dari talent yang dihasilkan dari perguruan tinggi, dari sekolah atau darimana pun. Tidak hanya itu, startup juga harus bisa menarik pasar investasi, menarik investor agar mau masuk dan mendanai startup. Yang sedang dicari saat ini adalah sederetan startup yang memiliki potensi untuk mengembangkan namanya di dunia digitalisasi apalagi pada masa pandemi seperti ini. Danny berkata, “banyak startup gagal di awal karena mereka tidak bisa melalui the valley of death” dimana startup telah mendapatkan pendanaan untuk pengembangan produk tetapi ketika produk diluncurkan ternyata tidak ada yang mau, karena mereka tidak bisa memvalidasi kebutuhan konsumen dari awal”.
Syafri Yuzal sebagai pemateri kedua menyampaikan bahwa uang elektronik saat ini menjadi primadona, ada 51 penerbit uang elektronik ada yang berbasis kartu dan juga berbasis QR. Dari 272 juta populasi, bankable population baru 48% jadi bagi yang ingin bermain fintech masih ada peluang 52% yang belum terjangkau. “Di sisi lain pemerintah mendukung digital ekonomi, pemerintah juga telah membangun massive physical infrastructure development yang jelas ketika terhubung di kota, pulau dan desa sehingga akan menghemat sisi logistik”, imbuhnya.
Seminar dilanjutkan dengan pemateri ketiga Eddy Junarsin sebagai Kasubdit Pengembangan Usaha Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, yang menjelaskan bahwa Innovative Academy adalah sebagai pembangun ekosistem dan pelopor inkubator startup digital berbasis kampus di Indonesia. Dengan adanya Innovative Academy Program, diharapkan startup bisa lebih terintergrasi karena manfaatnya lebih besar. Innovative Academy Program juga memiliki program pra-inkubasi yang membangun ketrampilan untuk mengubah masalah sosial menjadi sebuah ide solusi yang tervalidasi dan menjadi solusi berkelanjutan. “Ada juga Program Inkubasi In-House di mana pendiri startup terpilih akan didukung dalam menciptakan produk yang dapat dipasarkan dari solusi mereka yang telah tervalidasi melalui kelas semi-struktur, bimbingan, dan akses gratis ke co-working space”, lanjutnya. “Kita menyadari bahwa hingga saat ini belum ada startup yang berlevel Unicorn dan Decacorn yang merupakan hasil dari program sistematis dari kampus, jadi saya kira inilah yang coba dikontribusikan oleh Kampus UGM”, pungkasnya. (Humas; Eka Siwi / Foto; Irvan)

WhatsApp Image 2020-08-25 at 10.52.03

WhatsApp Image 2020-08-25 at 10.52.29 (1)

WhatsApp Image 2020-08-25 at 10.52.29

WhatsApp Image 2020-08-25 at 10.52.30

WhatsApp Image 2020-08-25 at 10.52.30 (1)

Business Leadership Series #4; Tantangan Sektor Pendidikan Tinggi di Tengah Pandemi

Written by Irvan Hanavi on . Posted in News, Uncategorized

Dampak yang ditimbulkan pandemi Covid-19 berpengaruh pada banyak sektor di dunia. Tidak hanya sektor ekonomi yang sering menjadi fokus utama yang terdampak, dunia pendidikan pun tak luput dari efek terjangan pandemik yang dahsyat. Akhirnya memang kita perlu memberikan perhatian khusus dan bersama-sama agar sektor pendidikan di negeri ini tidak semakin terancam. Apabila tidak segera mengambil langkah yang tepat dan optimal, maka tak pelak lagi akan terjadi penurunan kualitas pendidikan. Untuk itu kita perlu bersinergi dalam rangka mendukung keberlangsungan dunia pendidikan di Indonesia untuk semakin pulih dari dampak pandemi.
Business Leadership series #4 yang bertajuk Challenges in Education Sector yang berlangsung pada Sabtu (08/08/2020) ini merupakan kegiatan yang diinisiasi Kafegama MM FEB UGM, MM FEB UGM, MMSA UGM, serta didukung penuh oleh BNI Syariah dan juga InnoGama. Acara kali ini menghadirkan tiga pemateri, yakni Dekan FEB Universitas Paramadina Iin Mayasari, Kaprodi Manajemen Ubaya Deddy Marciano, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, Suyatno, serta moderator Dosen FEB Universitas Hasanuddin Andi Nur Bau Massepe.
Seminar dibuka dengan sambutan Bayu Sutikno, Ph.D. selaku Deputi Akademik MM FEB UGM Kampus Yogyakarta. Dalam sambutannya Bayu berkata, “Dari pembicara kita akan belajar apa inspirasi yang beliau-beliau lakukan di masing-masing bidang tugasnya, sehingga kita bisa membekali diri kita untuk semakin baik kedepan, terutama di dunia pendidikan”.
Menurut Iin, sektor pendidikan mendapatkan banyak sekali imbasnya, mungkin bisa negatif, tapi ia yakin banyak positifnya. Iin menyampaikan bahwa bidang pendidikan dari segi kebijakan belum terlalu menjadi perhatian pemerintah di tengah pandemi Covid-19. “Minimnya perhatian dari pemerintah terlihat dengan belum adanya konsep pendidikan yang disiapkan matang dalam merespon pandemi”, imbuhnya.
Sedangkan Deddy Marciano mengungkapkan bahwa sejak awal 2010 online short course sudah mulai muncul. Hanya saja, awal kemunculannya banyak diremehkan oleh pendidikan tinggi karena dianggap bukan pesaing. Deddy menuturkan bahwa online short course menawarkan ilmu yang bisa dipilih berdasarkan minat dengan waktu pembelajaran yang lebih fleksibel ketimbang kuliah tatap muka langsung. “Pembelajaran online yang menjadi keniscayaan di tengah pandemi Covid-19, kemudian membuat institusi pendidikan tinggi di Indonesia bersaing ketat”, ujarnya.
Suyanto, sebagai pembicara ketiga juga menyampaikan bahwa pendidikan di Universitas Amikom Yogyakarta bertransformasi menjadi universitas generasi keempat, yang artinya bahwa perguruan tinggi tidak hanya berhenti di riset, melainkan pendidikan dan inovasi terbuka. “Kami memiliki Taman Ekonomi Kreatif yang harapannya 75 persen pendapatan diperoleh dari sini,” ujar Suyanto. “Konsep kampus merdeka juga tidak melulu pendidikan dengan kewirausahaan, melainkan juga ke artist atau seniman, pungkasnya. (Humas; Eka Siwi/Foto; Irvan).

WhatsApp Image 2020-08-09 at 22.07.07 (1)

IMG-20200813-WA0023

IMG-20200813-WA0021

IMG-20200813-WA0032

YOGYAKARTA: Jl. Teknika Utara, Yogyakarta, Indonesia 55281
Hotline: 0811-282-3806 | 0811-283-2962 | 0811-283-7919
Telepon: (62) (274) 556912, 515536, 562222, 589384, 511036 | Faksimile: (62) (274) 564388


JAKARTA: Jl. Dr. Saharjo No. 83 Tebet Jakarta Selatan
Hotline: 0813-1686-0011
Telepon: (62) (21) 83700333, 83700339, 83700340 | Faksimile: (62) (21) 83700372 |