MBA FEB UGM melalui HR Club kembali menghadirkan ruang diskusi bagi mahasiswa melalui kegiatan HR Talk: The Augmented Leader pada Senin (28/9). Bertempat di Faculty Meeting Room, Lantai 5 MM FEB UGM, kegiatan ini mengangkat tema “Redefining Leadership Through AI, Decision Making, and Human Capabilities.”
Menghadirkan Prof. Gugup Kismono, M.B.A., Ph.D., Professor in Psychology and Organizational Behavior at FEB UGM, dan Adityo Cahyadi, S.T., M.B.A., Regional Business Support Head, Region 11 Yogyakarta PT BRI (Persero) Tbk, HR Talk kali ini membahas bagaimana perkembangan artificial intelligence (AI) mengubah cara manusia bekerja, mengambil keputusan, dan menjalankan peran kepemimpinan.
Dalam sesi tersebut, Prof. Gugup membahas semakin besarnya kemampuan AI dalam membantu manusia menyelesaikan berbagai pekerjaan, khususnya dalam pengolahan dan analisis data. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang ketika dilakukan secara manual dapat diselesaikan jauh lebih cepat dengan bantuan AI. Namun, menurutnya, pemanfaatan AI tetap membutuhkan kemampuan manusia dalam merumuskan kebutuhan, memberikan instruksi, serta memilih teknologi yang tepat.
Lebih dari sekadar persoalan efisiensi, Prof. Gugup menekankan pentingnya menempatkan manusia sebagai pihak yang tetap memegang kendali atas teknologi.
“Mesin tidak boleh menggantikan manusia. Oleh karena itu, manusia harus tetap menjadi juragannya.”
Menurutnya, semakin mudah manusia menggunakan dan mengembangkan AI untuk berbagai kebutuhan, semakin penting pula pemahaman mengenai etika dalam penggunaan AI. Teknologi perlu dikembangkan untuk membantu manusia, bukan justru mengambil alih peran manusia dalam menentukan arah dan keputusan.
.
Perspektif tersebut kemudian dilengkapi dengan pengalaman praktis dari Adityo Cahyadi mengenai penerapan teknologi dalam lingkungan perbankan. Ia menjelaskan bagaimana pemanfaatan sistem digital dapat membantu mempercepat proses kerja, termasuk melalui pipeline management system yang mendukung tenaga pemasar dalam menemukan calon nasabah potensial. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama dapat dilakukan dengan lebih efisien melalui dukungan teknologi.
Namun, Adityo juga menegaskan bahwa peningkatan pemanfaatan teknologi tidak berarti seluruh keputusan dapat diserahkan kepada mesin. Dalam praktiknya, manusia tetap memiliki peran penting dalam memberikan pertimbangan dan melihat persoalan secara lebih menyeluruh.
“Bagaimanapun juga, yang namanya judgment atau sentuhan dari people itu masih sangat penting.”
Ia menambahkan bahwa manusia perlu memiliki kemampuan melihat persoalan secara helicopter view, karena tidak semua hal dapat diputuskan oleh mesin.
Pembahasan dalam HR Talk ini memperlihatkan bahwa konsep The Augmented Leader bukan tentang menggantikan manusia dengan AI, melainkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan dan menyediakan dukungan dalam proses pengambilan keputusan, sementara manusia tetap memiliki peran dalam memberikan judgment, menentukan arah, serta memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, MBA FEB UGM melalui HR Club menghadirkan diskusi yang mempertemukan perspektif akademik dan pengalaman praktis industri. HR Talk “The Augmented Leader” sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kepemimpinan di era AI tidak hanya membutuhkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk tetap menempatkan human capabilities, decision making, dan etika sebagai bagian penting dalam pemanfaatan AI.
Reporter: Teguh Faturrahman
Editor: Ayu Aprilia