Jakarta, 10 September 2026, Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM) menghadiri Reception of the 11th ASEAN Norway Joint Sectoral Cooperation Committee, yang merupakan agenda yang mempertemukan perwakilan dan pemangku kepentingan dari kawasan ASEAN dan Norwegia dalam rangka memperkuat kerja sama kedua belah pihak.
MBA FEB UGM dalam agenda ini turut hadir melalui Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D. dan Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., selaku Board of Directors MBA FEB UGM, serta didampingi oleh Gumilang Aryo Sahadewo, S.E., M.A., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni
Agenda ini menjadi bagian dari momentum penguatan kemitraan ASEAN dan Norwegia. Pada 10 September 2026, ASEAN dan Norwegia juga menyelenggarakan 11th ASEAN Norway Joint Sectoral Cooperation Committee Meeting di ASEAN Headquarters, Jakarta, yang menegaskan kembali komitmen semua pihak untuk memperkuat Sectoral Dialogue Partnership. Pertemuan tersebut turut membahas berbagai bidang kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi, perdagangan, investasi, pendidikan, serta ekonomi hijau.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Norwegia untuk ASEAN, Mariann Ruud Hagen, menyampaikan apresiasi kepada Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 atas tema “Navigating Our Future, Together”, serta kepemimpinannya dalam menjaga persatuan, sentralitas, dan kerja sama ASEAN di tengah berbagai tantangan global.
Dubes Hagen menekankan kemitraan ASEAN dan Norwegia dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, mulai dari persaingan strategis, konflik, tantangan perdagangan, hingga perkembangan teknologi ini sangatlah penting. Menurutnya, berbagai tantangan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama antarnegara untuk menghasilkan solusi yang lebih berdampak.
Meskipun ASEAN dan Norwegia memiliki karakteristik yang berbeda, Dubes Hagen melihat adanya kesamaan dalam membangun kerja sama, khususnya melalui dialog, pragmatisme, kesabaran, pencarian titik temu, serta komitmen untuk terus bekerja sama.
“ASEAN is famous for consensus-building. Norway is famous for skiing. Both require patience, balance, endurance, and a willingness to keep moving forward when conditions become difficult,” kata Dubes Hagen.
Pesan tersebut merefleksikan pentingnya ketekunan dan kemampuan menjaga keseimbangan dalam membangun kerja sama jangka panjang. Nilai-nilai tersebut juga relevan dengan upaya memperkuat hubungan ASEAN dan Norwegia melalui berbagai bentuk kolaborasi di bidang pendidikan, keberlanjutan, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi.
Serta dalam konteks hubungan ASEAN dan Norwegia di bidang pendidikan, ASEAN Master in Sustainability Management menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang mempertemukan perspektif regional ASEAN dengan pengalaman akademik dan keberlanjutan dari Norwegia.
Program double degree yang diselenggarakan oleh MBA FEB UGM bersama University of Agder (UiA), Norwegia. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan kompetensi dalam menghadapi tantangan keberlanjutan serta mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta berharap ASEAN Master in Sustainability Management dapat terus mencetak pemimpin muda ASEAN yang mampu menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pemerintahan, dunia usaha, dan masyarakat. Program tersebut juga diharapkan semakin memperkuat jejaring antarpeserta dari negara-negara ASEAN sekaligus membangun hubungan jangka panjang antara ASEAN dan Norwegia.
Reporter: Azzumar Putra
Editor: Ayu Aprilia